THE STORY of SALMON OVARY PEPTIDE

THE STORY of SALMON OVARY PEPTIDE

Salmon pertama kali ditemukan 200 juta tahun yang lalu. Salmon adalah ikan ISTIMEWA dengan kekuatan luar biasa yg tidak dimiliki oleh ikan lain. Salmon lahir di air tawar, kemudian berenang menerjang arus puluhan kilometer (+/- 10.000 km) pergi ke laut lepas dan saat akan bertelur kembali berenang menerjang arus puluhan kilometer (+/- 10.000 km) kembali ke air tawar. Hanya 7% yg selamat kembali ke sungai dari laut setelah menerjang arus.

Salmon menetas di air tawar, disemprotkan sperma, kemudian berenang ke Alaska, Norway, dll, sampai kemudian indera penciumannya mengatakan sudah saatnya kembali ke Hokkaido.

Salmon betina bisa tidak makan selama +/- 2 minggu ketika harus berenang kembali ke Hokkaido utk bertelur. Mereka akan makan sebelum menempuh perjalanan panjang tsb. Salmon betina dalam kondisi terbaik (full of energy) ketika balik ke Hokkaido. Menikah hanya sekali, punya pasangan hanya 1, bertelur hanya sekali, kemudian mati.

Fungsi lain dari salmon : daerah yg dilalui salmon ketika kembali ke Hokkaido lebih blooming (subur, pohon2nya subur, hewan2nya sehat). Hal ini disebabkan karena beruang hanya makan kepala dan selaput telur salmon (marine placenta). Beruang akan banyak makan salmon sebagai persiapannya hibernasi (tidur, tidak makan apa2 lagi) yg bisa sampai 3 bulan selama musim dingin tiba.

Bagian tubuh salmon lainnya yg mati dimakan oleh hewan lain bahkan sampai terbawa ke hutan. Jasad salmon yg terurai ini banyak mengandung mineral dari laut yang dia minum ketika melewati sungai dan hutan.

KAMWICAP (GODFISH) adalah sebutan salmon di Jepang. Orang2 di Hokkaido bukan hanya makan ikan salmon, tetapi membuat baju dan sepatu musim dingin dari kulit salmon. Di Jepang ada kuil salmon di Kyushu, Kyoto, Tokyo, dll (tetapi tidak ada di Hokkaido). Jaman dahulu kala (jaman Kerajaan), salmon digunakan sebagai alat pembayaran / mata uang karena saking dianggap berharganya.

Kepala salmon bagus dan banyak mengandung kondroitin. Karena kandungan kondroitinnya tinggi, maka saat kembali ke sungai, hidungnya bisa membesar 1.5x lipat dari biasanya sehingga semakin banyak supply O2, maka kemungkinan hidupnya meningkat. Kode kondroitin pada marine placenta dan pada manusia SAMA.

Orang jaman dahulu memakan telur salmon + selaput pembungkus telurnya, tetapi sejak sushi menjadi populer, maka selaput pembungkus telurnya tidak dimakan lagi.

Adapun alasan pertama kali kenapa Prof. Eto bisa melakukan penelitian terhadap marine placenta adalah beliau penasaran ketika pertama kali beliau datang ke Hokkaido dan melihat orang di sana masih makan selaput pembungkus telur salmon, kulitnya juga terlihat bagus dan rambutnya tebal. Dari sana, dimulailah penelitian mengenai Salmon Ovary Peptide atau yang kita kenal dengan marine placenta atau selaput pembungkus telur salmon.

Marine Placenta ini merupakan salah satu bahan utama di SOP Subarashi dari AFC Japan

error: Content is protected !!
WhatsApp BELI SOP SUBARASHI via WA